Gambar 1. Peta Tata Guna Lahan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Penggunaan lahan di Kecamatan Temanggung
cukup beragam yaitu penggunaan lahan untuk lahan kosong, gedung,
kebun, permukiman, sawah, dan tegalan. Dominasi penggunaan lahan
berupa sawah yaitu mencapai 1696 Ha yang tersebar di semua kelurahan
yang ada di Kecamatan Temangggung.
Meskipun berfungsi sebagai
ibukota Kabupaten Temanggung, penggunaan lahan untuk permukiman masih
tergolong rendah yaitu hanya sekitar 850 Ha atau sekitar 25,46% dari
luas wilayah.
Tabel
II. 1
Penggunaan Lahan di Kecamatan Temanggung Tahun 2012
Penggunaan Lahan di Kecamatan Temanggung Tahun 2012
No
|
Penggunaan
Lahan
|
Persentasi
Luasan (%)
|
Luas
(Ha)
|
1
|
Sawah
irigasi
|
50.79%
|
1696
|
2
|
Sawah
Tadah Hujan
|
0.03%
|
1
|
3
|
Lahan
Bangunan/Pekarangan
|
25.46%
|
850
|
4
|
Tegal/Ladang/Huma
|
9.43%
|
315
|
5
|
Kolam/Empang
|
0.21%
|
7
|
6
|
Hutan
Rakyat
|
0.76%
|
25.5
|
7
|
Perkebunan
Negara
|
0.27%
|
9.01
|
8
|
Lahan
Lainnya
|
7.70%
|
257
|
Sumber:
Bappeda Kabupaten Temanggung,
2012
Gambar 1. Peta Jaringan Jalan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Jalan arteri yang terdapat di Kecamatan
Temanggung merupakan jalan arteri Semarang-Yogyakarta, Sedangkan
jalan kolektor di Kecamatan Temanggung merupakan jalan yang
menghubungkan antara Kabupaten Temanggung dengan Wonosobo, Jalan
lokal dan lingkungan di Kecamatan Temanggung sudah menjangkau setiap
desa/kelurahan yang ada, Hal tersebut menandakan aksesibilitas yang
tinggi di Kecamatan Temanggung, Panjang jalan Arteri di Kecamatan
Temanggung adalah 9,04 km, Sedangkan panjang jalan kolektor yang ada
di Kecamatan Temanggung adalah 605,04 km, Kondisi Jalan di Kecamatan
Temanggung sebesar 88% merupakan jalan aspal dan 12% merupakan jalan
non-aspal, Kondisi jalan arteri
dan kolektor berupa jalan aspal dan tidak terdapatnjalan berlubang,
Sedangkan kerusakan jalan berupa jalan berlubang ditemui di jalan
lingkungan yang berada di kelurahan Kowangan Nampirejo, Kowangan,
Mudal, Joho, Guntur, Giyanti, dan Walitelon Selatan.
Gambar 2. Peta Fasilitas Kesehatan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Gambar 3. Peta Fasilitas Pendidikan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Gambar 4. Peta Fasilitas Perdagangan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Gambar 5. Peta Fasilitas Perdagangan Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Kepadatan penduduk di Kecamatan
Temanggung pada tahun 2012 diketahui sebesar 2,365 jiwa
per km2.
Kepadatan penduduk
pada
Kecamatan Temanggung
cenderung fluktuatif setiap tahunnya, seiring dengan pertumbuhan
penduduk yang menurun pada tahun 2011 sebesar 2,311,08
jiwa/km2
dan meningkat pada tahun 2012 sebesar 2,365,20 jiwa/km2,
Gambar 1. Peta Kepadatan Penduduk Kota Temanggung
sumber : Bappeda Kabupaten Temanggung, 2011
Jika dilihat dari peta diatas, dapat
diketahui bahwa kelurahan
terpadat berada di Kelurahan Temanggung
I dengan kepadatan sebesar
13,041 jiwa/km2
dan Kelurahan Butuh yaitu sebanyak 9,741 jiwa/km2.
Pada
Kelurahan Gilingsari sebagai kelurahan dengan kepadatan penduduk
paling rendah memiliki kepadatan sebesar 770 jiwa/km2.
Kepadatan dengan kategori tinggi pusat kota yaitu pada Kelurahan
Temanggung I dan Kelurahan
Butuh.
Hal ini dikarenakan kedua
kelurahan tersebut sebagai
pusat aktivitas dan pusat permukiman startegis, yaitu berada pada
pusat kota.,
Selain itu, karena Kelurahan Temanggung I dan Kelurahan Butuh
terletak di pusat kota,
maka dari segi sarana dan prasarana sudah sangat memenuhi standar
sehingga penduduk merasakan kemudahan dalam mobilisasi maupun dalam
beraktivitas, Fungsi jalan yang menghubungkan tiap-tiap kelurahan
juga menjadi salah satu faktor penyebab kepadatan yang lebih tinggi
pada pusat kota, Kepadatan penduduk yang terjadi pada Kelurahan
Temanggung I dan Kelurahan Butuh dikarenakan kedua kelurahan ini
dilewati oleh jalan arteri
sebagai
jalan utama penghubung antar wilayah, Daerah yang berada di sepanjang
jalan
arteri berpotensi memiliki kepadatan yang lebih tinggi dibanding
daerah lain, karena kemudahan aksesibilitas dan memiliki potensi
pengembangan perekonomian,
Hal tersebutlah yang
menciptakan daya tarik kuat kepada masyarakat untuk bertempat tinggal
maupun untuk menjalankan aktivitas hingga memenuhi kebutuhan hidupnya
di
Kecamatan Temanggung,
Kelompok 3B
Kumpulan mahasiswa semester 5 teknik pwk undip yang bekerjasama demi terselesaikannya tugas MK Studio Perencanaan Kota Temanggung yang lebih baik
- [Konsep] Green Open Space
- [Konsep] Green Community
- [Konsep] Atribut Green Planning and Design
- [Konsep] Green Energy, Green Water, dan Green Building
- [Rencana] Tujuan Perencanaan
- [Konsep] Green Waste
- [Profil] Kondisi Sosial Budaya Kota Temanggung
- [Konsep] Green Transportation
- [Profil] Struktur dan Pola Ruang Kota Temanggung
- [Konsep] Penjelasan Konsep Umum